Ritual Pangku Paliare: Menghubungkan Masyarakat Adat Semende dengan Leluhur dan Alam

- Jurnalis

Minggu, 6 Juli 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beringininfo.id || Kaur, Bengkulu – Masyarakat Semende Ulu Nasal, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Bengkulu, memiliki tradisi unik yang disebut Pangku Paliare. Ritual adat ini dilakukan setiap tanggal 10 Muharram untuk menghormati leluhur dan menjaga keseimbangan alam dan spiritual. Pada tahun ini, acara sacral ini jatuh pada 6 Juli 2025.

Ritual ini digelar di Desa Muara Dua dan dipimpin oleh Roiman sebagai Malim (tetua adat). Pangku Paliare berasal dari bahasa Semende, yang berarti “memelihara” keturunan anak cucu. Upacara ini merupakan bentuk pelestarian budaya lokal yang sarat nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas.

Masyarakat suku Semende percaya bahwa ritual ini dapat memberikan keberkahan dan keselamatan. “Kami mengakui puyang kami,” kata Roiman, malim (ketua adat) yang memimpin ritual Pangku Paliare. Mengakui, yang berarti menghormati, menjadi inti dari ritual ini.

Baca Juga :  Masyarakat Ulu Nasal Antusias Persiapkan Acara Sakral Pangku Paliare

Ritual Pangku Paliare diawali dengan besebut, yaitu ratapan memanggil leluhur Empat Raja. Roiman memanggil nama-nama yang telah menjaga tanah mereka selama berabad-abad. Kemudian, dilakukan pembacaan Sahabat dan keturunan untuk mengetahui Empat Raja yang menjaga tanah leluhur masyarakat adat Semende Ulu Nasal.

Selanjutnya, dilakukan pembacaan Bebue Panjang atau cerita panjang asal usul yang memuat proses penciptaan alam semesta hingga hadirnya manusia. Pembacaan ini mengingatkan asal-usul serta jati diri manusia. Terakhir, dilakukan proses jampi limau, di mana air jampi limau didoakan oleh Malim dan kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

Ritual ini menggunakan berbagai simbol, seperti sirih pinang, kemenyan, bangle, kelapa, jeringau, beras ketan, dan ayam sebagai persembahan. Persembahan ini bertujuan untuk mengucap syukur dan harapan agar dijauhkan dari bencana spiritual.

Baca Juga :  Masyarakat Ulu Nasal Antusias Persiapkan Acara Sakral Pangku Paliare

Kepala Desa Muara Dua, Ansori, menekankan pentingnya ritual ini dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan desa. “Kami hidup berdampingan dengan alam. Melalui ritual ini, kami menunjukkan rasa syukur dan meminta perlindungan dari Empat Raja,” ujar Ansori.

Ritual Pangku Paliare bukan sekadar ritual tahunan, melainkan juga sarana untuk memperkaya budaya lokal dengan nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas yang kuat. Dengan adanya tradisi ini, komunitas Semende berhasil menjaga warisan leluhur dan memastikan bahwa generasi mendatang tetap mengenal dan menghormati akar budaya mereka.

Penulis : Myco

Editor : Admin MT

Berita Terkait

Masyarakat Ulu Nasal Antusias Persiapkan Acara Sakral Pangku Paliare
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 Juli 2025 - 16:19 WIB

Ritual Pangku Paliare: Menghubungkan Masyarakat Adat Semende dengan Leluhur dan Alam

Sabtu, 5 Juli 2025 - 11:12 WIB

Masyarakat Ulu Nasal Antusias Persiapkan Acara Sakral Pangku Paliare

Berita Terbaru