Desa Tebing Rambutan Laksanakan Program Ketahanan Pangan dengan Budidaya Ikan Nila

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beringininfo.id ||Kaur – Pemerintah Desa Tebing Rambutan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) melaksanakan kegiatan pelepasan 36.000 bibit ikan nila di kolam yang dikelola oleh Bumdes Tebing Rambutan. Kegiatan ini dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

 

Kepala Desa Tebing Rambutan Hartono menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan perekonomian, menekan inflasi, dan menjaga ketahanan pangan di desa.

Baca Juga :  Desa Padang Leban Bangun Kolam Bioflok Lele untuk Ketahanan Pangan DD Tahun 2025

 

Hendri Sukatman, selaku Ketua Bumdes, menjelaskan bahwa pelepasan bibit ikan nila ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa.

 

“Budidaya ikan nila dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) adalah cara pembesaran ikan nila yang dilakukan di dalam keramba yang terbuat dari jaring dan mengapung di perairan umum,” ungkap Hendri.

Hendri juga menjelaskan bahwa sistem KJA memiliki beberapa kelebihan, seperti kemudahan pengelolaan, penyortiran dan panen yang mudah, pencegahan penyakit, penerapan luas, efisiensi ruang, dan pemanfaatan perairan umum.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Lubuk Gung Realisasikan Dana Desa untuk Pembangunan Siring Irigasi

 

Hendri menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk membuat usaha ini sukses. “Kami yakin bahwa jika kita sungguh-sungguh, usaha ini akan berhasil,” kata Hendri.

 

Dengan adanya program ketahanan pangan ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Tebing Rambutan.

Penulis : Rozi

Editor : Admin MT

Berita Terkait

Ketika Hujan Tak Lagi Dapat Disalahkan: Analisis Kritis Hukum Lingkungan atas Banjir di Rejang Lebong  
Rumah Mereka Dijarah: Nestapa Gajah Seblat yang Terusir dari Hutan Bengkulu Akibat Tambang dan Sawit
Kebakaran Pondok Kebun di Kaur Hancurkan Aset Warga, Wabup Abdul Hamid Gerak Cepat Salurkan Bantuan  
Dikorbankan demi Jabatan: Tragedi Karyawan yang Masuk Penjara Akibat Ulah Bos Tak Bertanggung Jawab
Musrenbangdes Muara Dua Tetapkan Prioritas: Talud, Rabat, dan Jembatan Gantung Jadi Utama Tahun 2026
Warga Penyandingan Bersatu Padu Perbaiki Jalan, Bukti Kekuatan Swadaya
Desa Penyandingan Susun Peta Pembangunan 2026 dan Gencar Atasi Stunting
WayHawang Bersatu Lawan Narkoba. Pelatihan dan Sosialisasi Pencegahan Narkoba Digelar  
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 18:53 WIB

Ketika Hujan Tak Lagi Dapat Disalahkan: Analisis Kritis Hukum Lingkungan atas Banjir di Rejang Lebong  

Kamis, 2 April 2026 - 18:37 WIB

Rumah Mereka Dijarah: Nestapa Gajah Seblat yang Terusir dari Hutan Bengkulu Akibat Tambang dan Sawit

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:40 WIB

Kebakaran Pondok Kebun di Kaur Hancurkan Aset Warga, Wabup Abdul Hamid Gerak Cepat Salurkan Bantuan  

Jumat, 16 Januari 2026 - 02:35 WIB

Dikorbankan demi Jabatan: Tragedi Karyawan yang Masuk Penjara Akibat Ulah Bos Tak Bertanggung Jawab

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:07 WIB

Musrenbangdes Muara Dua Tetapkan Prioritas: Talud, Rabat, dan Jembatan Gantung Jadi Utama Tahun 2026

Berita Terbaru